Tuesday, August 16, 2016

Jika ada dia / Jika tidak ada dia

Aku bosan asyik terjerumus dalam perasaan kehilangan. Apa lagi jika kamulah penggerak di sebalik setiap alasan.

JIKA ADA DIA, AKU HARUS SUKARELA BERUNDUR. 

JIKA TIDAK ADA DIA, AKU DIHARUSKAN HADIR...

Permainan apakah ini??..

Atau aku yang terlalu bodoh tidak boleh melihat batas harapan dan kenyataan?


Kaki aku berlari menjauhi titik-titik pencipta luka. Tapi, saat aku mulai langkah untuk pergi dari kamu, ada sahaja tarikan-tarikan penggoda untuk tetap di sana. Pada kehadiran yang berulang, ada kata "selamat tinggal" yang siap-siap kembali tersedia.




Kata "selamat tinggal" yang aku harap tidak pernah lagi aku dengar. Aku ingin kamu tetap di sini, mencipta bahagia dari dua sisi; bukan mencari bahagia kita sendiri-sendiri. Akankah semua ingin aku hanya sanggup menjadi angan? Tidak bolehkah segalanya menjadi kenyataan? Sebab rasa ini nyata, namun kedekatan kita hanya sebatas ini sahaja.


Mengapa kamu datang hanya untuk singgah, kemudian pergi lagi?


google image

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...